RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, – Memasuki puncak musim kemarau, kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus ditingkatkan. Sinergitas TNI dan Perhutani kembali ditunjukkan melalui kegiatan pemantauan langsung di kawasan hutan lindung wilayah Kalipuro, Minggu (06/09/2026).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Titik fokus pemantauan berada di hutan lindung petak 1-D3 hingga petak 34, Lingkungan Suko, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini termasuk zona rawan karena banyaknya semak belukar dan daun kering yang berpotensi terbakar.
Koramil 0825/21 Kalipuro mengerahkan Babinsa Kelurahan Gombengsari, untuk melaksanakan patroli gabungan. Babinsa bersama Asper Wilayah Barat dan 2 orang anggota Perhutani BKPH Banyuwangi Utara menyisir lokasi secara intensif. Tujuannya memastikan tidak ada potensi titik api dan memberikan imbauan kepada warga sekitar hutan.
Danramil 0825/21 Kalipuro Kapten Kav I Made Slamet Santosa menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Perintah dari Komando Atas adalah cegah lebih baik daripada memadamkan. Babinsa kami hadir bersama Perhutani untuk memastikan hutan lindung di wilayah Kalipuro tetap aman dari ancaman Karhutla,” tegas Danramil saat dikonfirmasi.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan situasi aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran maupun aktivitas mencurigakan yang dapat memicu api. Selain melakukan pengecekan, tim gabungan juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Koramil 0825/21 Kalipuro berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi patroli bersama Perhutani dan unsur terkait lainnya. Langkah preventif ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan lindung sekaligus mencegah terjadinya kabut asap yang merugikan masyarakat Banyuwangi.(Mh)
