RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kolaborasi cepat antara pengelola Taman Nasional Alas Purwo, jajaran kepolisian, dan TNI membuahkan respons sigap atas penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan Pantai Plengkung, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kamis (19/02/2026).
Jenazah berjenis kelamin laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu pertama kali dilaporkan warga dalam kondisi telah mengalami kerusakan berat, sehingga sulit dikenali secara visual. Lokasi penemuan yang berada di zona konservasi dengan kontur medan berpasir dan akses terbatas membuat proses evakuasi membutuhkan koordinasi ekstra.
Sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan dari TN Alas Purwo, personel Polsek Tegaldlimo, serta Koramil 0825/09 Tegaldlimo bergerak menuju titik temuan. Area sekitar lokasi langsung disterilkan guna menjaga privasi korban sekaligus memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur.
Kepala Seksi TN Alas Purwo, Noviani Utami, menegaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi lintas sektor begitu menerima laporan. “Prioritas kami memastikan jenazah dapat segera dievakuasi dari area publik taman nasional, dengan tetap mengedepankan prosedur hukum dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun SH, menyampaikan bahwa kondisi jenazah memang sudah tidak memungkinkan untuk dikenali secara kasat mata. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Kedungwungu di lokasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Tegaldlimo untuk membantu proses identifikasi,” kata Sadimun.
Sementara itu, unsur TNI dari Koramil 0825/09 Tegaldlimo turut mengamankan jalur evakuasi dan membantu pengangkatan jenazah menuju ambulans. Medan pesisir selatan yang dikenal cukup berat tidak menjadi penghalang berkat kerja sama solid antarpersonel.
Kepala Resort Pancur, Nanang Dwi P., menambahkan bahwa penutupan sementara area di sekitar lokasi temuan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan memudahkan kerja tim medis. Setelah proses evakuasi selesai, kawasan kembali dibuka secara bertahap bagi pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang. Aparat memastikan penanganan dilakukan secara profesional, dengan tetap menghormati nilai kemanusiaan dan aturan yang berlaku.***
