RADAR-BLAMBANGAN.COM | LUMAJANG – Bengkel AUTOPAS SMK Negeri Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi salah satu bentuk implementasi Teaching Factory (TEFA) pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Bengkel tersebut tidak hanya menjadi tempat praktik bagi para siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis dunia kerja yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan kegiatan pelayanan jasa otomotif kepada masyarakat.
Melalui konsep Teaching Factory, siswa mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menangani kendaraan, mulai dari pemeriksaan, perawatan, hingga perbaikan kendaraan sesuai dengan prosedur kerja yang diterapkan di dunia industri.
Kepala SMK Negeri Pasirian, Dermawan Triwahyono, S.T., M.M., mengatakan keberadaan Bengkel AUTOPAS merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja para siswa, khususnya pada Program Keahlian TKR.
“Teaching Factory ini kami harapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar teori dan praktik di dalam kelas, tetapi juga memahami bagaimana standar pelayanan dan pekerjaan di dunia otomotif yang sebenarnya,” ujar Dermawan.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan pelayanan jasa otomotif juga menjadi kesempatan untuk membentuk sikap profesional. Siswa dituntut untuk memiliki kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan.
Melalui Bengkel AUTOPAS, peserta didik mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan pekerjaan otomotif sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tuntutan dunia kerja.
Bengkel AUTOPAS melayani berbagai kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan, antara lain servis kendaraan, pemeriksaan dan perawatan kaki-kaki kendaraan, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem pengereman, pemeriksaan mesin, penggantian oli dan komponen, serta berbagai layanan perawatan dan perbaikan kendaraan lainnya sesuai dengan fasilitas dan kompetensi yang tersedia, ” Terang Dermawan.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dilibatkan secara langsung dalam proses kerja dengan pendampingan guru/instruktur. Peserta didik belajar mulai dari menerima kendaraan dan memahami keluhan pelanggan, melakukan pemeriksaan awal, menentukan kebutuhan pekerjaan, melaksanakan proses servis atau perbaikan, melakukan pemeriksaan akhir, hingga memastikan kendaraan siap diserahkan kembali kepada pelanggan.
Bengkel AUTOPAS juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mempunyai kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan.
“Yang paling penting adalah bagaimana siswa memiliki kompetensi dan mental kerja yang baik. Mereka harus terbiasa bekerja sesuai SOP, menjaga kualitas pekerjaan, serta bertanggung jawab terhadap kendaraan yang ditangani,” jelasnya.
Selain mendukung proses pembelajaran, keberadaan Bengkel AUTOPAS juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan.
Konsep tersebut sekaligus menjadi langkah SMK Negeri Pasirian dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran diharapkan semakin kontekstual karena siswa berhadapan langsung dengan pekerjaan dan permasalahan yang ditemukan di lapangan.
Melalui pengembangan Bengkel AUTOPAS secara berkelanjutan, SMK Negeri Pasirian berkomitmen untuk memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), sehingga pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan semakin relevan, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
( uzi )
