RADARBLMBANGAN.COM, | Tulungagung – Dalam kurun waktu terakhir, tepatnya pada musim kemarau seperti saat ini, kabupaten Tulungagung mengalami suhu dingin ekstrem. Situasi ini mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala Pelaksana Harian ( Kalaksa ) BPBD, Sudarmadji Tulungagung melalui media manyampaikan pesan untuk lebih berhati hati dalam menghadapi situasi ini.
” Pesan saya pada masyarakat untuk lebih siap dan siaga menghadapi suhu dingin ekstrem yang lebih kita kenal dengan bedhidhing), ” ungkapnya, Kamis (2/7/2026)
Sudarmadji menjelaskan ciri – ciri dari bedhidhing
“Adapun ciri – Ciri dari bedhidhing antara lain. :
1. Suhu udara rendah yang membuat tubuh menjadi kedinginan
2. Risiko terjangkitnya beberapa penyakit seperti : Buto, panas, sesak nafas / asma dan ISPA
3. Daya tahan tubuh bisa menurun
4. Kelompok rentan lebih beresiko, bayi dan orang dengan penyakit tertentu,” lanjut dia.
Mengakhiri pesan dan penjelasannya, mantan sekretaris DPRD Tulungagung ini mengungkapkan dampak yang ditimbulkan oleh bediding. Dampak ini akan terjadi pada bayi, lansia dan panyandang penyakit pernapasan akan terganggu karena suhu angin dingin.
Embun es di daerah dataran tinggi beresiko merusak tanaman sensitif seperti sayuran, bunga dan tanaman hortikultura.
“Dengan melihat situasi seperti ini, kita harus tetap berpedoman pada “dingin boleh, sehat tetap nomor satu”,” harapnya.
BambangTrimono
