RADARBLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Lapas Jombang Kanwil Ditjenpas Jatim menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menariknya, kegiatan yang berlangsung secara intensif ini turut dihadiri secara virtual oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur dan Bapas Kelas I Surabaya.
Pelaksanaan sidang TPP ini merupakan bagian penting dari mekanisme evaluasi substantif dan administratif untuk menentukan kelayakan warga binaan dalam mendapatkan hak-hak bersyarat, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), hingga asimilasi dan pengusulan program pembinaan lanjutan.
Keterlibatan Kanwil Ditjenpas Jatim dan Bapas Surabaya secara dalam virtual menjadi wujud nyata pengawasan melekat sekaligus sinergi interdisipliner untuk memastikan seluruh proses penilaian berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam persidangan tersebut, tim TPP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rekam jejak perilaku, tingkat keaktifan dalam program pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta hasil Litmas (Penelitian Kemasyarakatan) yang telah disusun oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Surabaya.
Rino Soleh Sumitro selaku Kalapas Jombang mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk transparansi dengan mengahdirkan Ketiga pihak yang terlibat menegaskan pentingnya menjaga integritas selama proses pengusulan hak warga binaan, memastikan tidak ada praktik pungutan liar maupun manipulasi data.
“Sidang TPP ini adalah instrumen krusial dalam memastikan pembinaan WBP berjalan tepat sasaran. Dengan hadirnya Kanwil Ditjenpas Jatim dan Bapas Surabaya secara virtual, kita memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar objektif, transparan, dan tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegas beliau.
Melalui pelaksanaan Sidang TPP yang akuntabel dan berintegritas ini, Lapas Jombang terus bertekad memberikan pelayanan pemasyarakatan yang adil serta mendorong warga binaan untuk terus berbenah diri sebelum kembali dan diterima dengan baik oleh masyarakat. (Mahmudah)
