RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Suasana pagi yang biasanya ramai dengan aktivitas warga mendadak berubah mencekam di ruas Jalan Gambor, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Selasa pagi (23/06/2026). Tumpahan bahan bakar jenis solar yang bercampur air menyelimuti badan jalan dan mengubah aspal menjadi seperti perangkap tak kasat mata bagi para pengguna jalan.
Akibat kondisi jalan yang sangat licin tersebut, lebih dari 20 pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh secara beruntun. Sejumlah korban terlihat tersungkur di tengah jalan, sementara kendaraan mereka berserakan di sepanjang lokasi kejadian. Beberapa pengendara mengalami luka-luka akibat benturan keras dengan permukaan aspal.
Hanas, salah seorang pengguna jalan yang berada di lokasi, mengaku menyaksikan langsung rentetan kecelakaan tersebut. Menurutnya, para pengendara yang melintas dari arah Genteng menuju Rogojampi tidak menyadari bahaya yang mengintai di depan mereka.
“Saya tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam waktu singkat saya melihat banyak pengendara jatuh satu per satu. Meski beberapa sudah mengurangi kecepatan, ban motor tetap kehilangan daya cengkeram karena permukaan jalan tertutup solar bercampur air,” ungkapnya.
Kesaksian serupa disampaikan warga sekitar yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku telah melihat cairan hitam menggenang sejak sekitar pukul 06.30 WIB.
“Awalnya saya kira hanya air biasa, tetapi saat didekati tercium bau solar yang sangat menyengat. Tidak lama kemudian satu demi satu pengendara mulai tergelincir. Pemandangan pagi itu benar-benar membuat khawatir,” ujarnya.
Warga menyebut tumpahan solar menyebar hampir di seluruh lebar badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi jalan yang sedikit menurun membuat campuran air dan solar terus mengalir, menciptakan lapisan licin yang merata dan sulit dikenali pengendara.
Meski warga berupaya memberikan tanda peringatan darurat menggunakan ranting pohon dan batu di sekitar lokasi, derasnya arus kendaraan pada jam berangkat kerja dan sekolah membuat kecelakaan tetap tidak dapat dihindari.
Kekhawatiran warga akhirnya mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi. Sekitar pukul 07.15 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Tim Damkarmat melakukan pembersihan secara menyeluruh menggunakan bahan penyerap minyak, sabun khusus, serta air bersih untuk menghilangkan lapisan solar yang menempel di permukaan jalan. Proses tersebut berlangsung hingga kondisi ruas jalan dinyatakan kembali aman untuk dilalui kendaraan.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas, mengurangi kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver dan pengereman mendadak hingga kondisi jalan benar-benar pulih.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tumpahan bahan bakar di jalan raya bukan sekadar gangguan lalu lintas, melainkan ancaman serius yang dapat berubah menjadi bencana dalam hitungan menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun puluhan pengendara harus merasakan pahitnya pagi yang berubah menjadi mimpi buruk di Jalan Gambor.***
