RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan dunia. Kali ini, Lembaga Clean Rivers asal Uni Emirat Arab (UEA) memberikan dukungan penuh melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengolahan sampah terbesar di wilayah perkotaan Banyuwangi.
Direktur Clean Rivers, Reinier Van Der Lely, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis terhadap kemajuan program transformasi pengelolaan sampah yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Project STOP.
Pembangunan TPS3R Kertosari telah dimulai sejak awal Juli 2026 di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu 10 bulan. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah setiap hari untuk melayani Kecamatan Banyuwangi dan kawasan sekitarnya.
Menurut Reinier, kehadiran TPS3R Kertosari diharapkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang selama ini dikembangkan Banyuwangi.
“Kami melihat perkembangan yang sangat pesat. Dibanding kunjungan enam bulan lalu, kemajuan yang dicapai Banyuwangi sangat mengesankan dan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan berbagai mitra internasional kepada Banyuwangi. Menurutnya, kolaborasi dengan Clean Rivers UEA merupakan bukti bahwa upaya menjaga lingkungan mampu menarik perhatian dunia.
Ia menjelaskan, transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi telah berjalan secara bertahap sejak 2017. Program tersebut diawali melalui Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar, kemudian berlanjut dengan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon melalui dukungan Pemerintah Norwegia, disusul TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria.
Kini, melalui Program Banyuwangi Hijau Fase 3, Clean Rivers dari Uni Emirat Arab turut mengambil bagian dengan membangun TPS3R Kertosari sebagai penguat sistem pengelolaan sampah perkotaan.
Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga bersiap menambah infrastruktur pengolahan sampah melalui pembangunan TPS3R Wongsorejo yang akan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kerja sama lintas negara ini bukan sekadar pembangunan fasilitas pengolahan sampah, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah menuju masa depan yang berkelanjutan.***
