RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Bondowoso – Radar Blambangan. Com – Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bondowoso tahun ini mengalami perubahan signifikan setelah sempat menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama DPRD Bondowoso. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penggunaan meja dan kursi bagi peserta ujian, menggantikan sistem lesehan yang sebelumnya menuai kritik.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan Komisi IV DPRD agar pelaksanaan OSN berlangsung lebih nyaman, profesional, dan mampu mendukung konsentrasi peserta.
“Pada seleksi sebelumnya peserta masih mengikuti ujian dengan sistem lesehan. Sekarang kami sudah menggunakan meja dan kursi sesuai masukan DPRD. Harapannya, siswa bisa lebih fokus dan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama Bondowoso hingga tingkat nasional,” ujar Taufan.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti seleksi merupakan hasil penyaringan dari tingkat sebelumnya. Tercatat 27 siswa mengikuti seleksi mata pelajaran Matematika, sementara masing-masing 21 siswa bersaing pada bidang IPA dan IPS.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A. Mansur, mengapresiasi respons cepat Dinas Pendidikan yang dinilai terbuka terhadap kritik dan segera melakukan pembenahan.
“Alhamdulillah, hari ini saya melihat langsung pelaksanaannya sudah jauh lebih baik. Peserta sudah menggunakan meja sehingga mereka bisa lebih fokus mengerjakan ujian. Ini menunjukkan masukan DPRD benar-benar ditindaklanjuti,” katanya.
Namun, Mansur menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada perbaikan teknis penyelenggaraan. Menurutnya, Pemkab Bondowoso juga perlu menyiapkan reward bagi siswa yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Kami berharap pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil lolos hingga tingkat nasional. Apresiasi itu penting agar mereka merasa jerih payah dan prestasinya benar-benar dihargai, sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi,” tegasnya.
Perbaikan pelaksanaan OSN ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kualitas pembinaan prestasi akademik di Bondowoso. DPRD pun meminta evaluasi terus dilakukan agar setiap penyelenggaraan kompetisi pendidikan semakin berkualitas dan mampu melahirkan wakil daerah yang berprestasi di tingkat nasional.***
