RADAR BLAMBANGAN.COM, | Medan — Video viral yang menampilkan seorang oknum perwira polisi bersama anggota berada di tempat hiburan malam (THM) di Kota Medan memicu sorotan publik. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) pun bergerak melakukan pemeriksaan internal terhadap yang bersangkutan.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., memastikan bahwa oknum perwira berinisial AKBP HS bersama anggotanya, Brigadir NPL, telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).
“Yang bersangkutan sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Bidpropam Polda Sumut,” ujar Ferry,
Video tersebut diketahui direkam oleh perwira lain berinisial Kompol DK dan telah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, keberadaan AKBP HS di lokasi hiburan malam menjadi perhatian, terlebih di tengah komitmen institusi dalam menjaga citra dan disiplin internal.
Polda Sumut menyebut, berdasarkan keterangan awal, kehadiran AKBP HS dan anggotanya dikaitkan dengan kegiatan penyelidikan (lidik) kasus narkotika di lokasi tersebut. Namun, klaim ini kini menjadi fokus pendalaman.
“Memang ada keterangan awal terkait kegiatan lidik narkoba. Tapi kami tidak berhenti di situ, seluruh aspek akan didalami, termasuk motif, prosedur, dan situasi yang terjadi di lapangan,” tegas Ferry.
Sorotan publik menguat karena lokasi yang dimaksud merupakan tempat hiburan malam, yang kerap menjadi titik rawan pelanggaran etik bagi aparat. Karena itu, Bidpropam dituntut menguji apakah kehadiran tersebut benar bagian dari operasi resmi atau justru menyimpang dari prosedur.
Polda Sumut menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara terang apakah terdapat pelanggaran disiplin, kode etik, atau penyalahgunaan kewenangan.
“Jika terbukti ada pelanggaran, tentu akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Di tengah derasnya spekulasi, Polda Sumut mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi pemeriksaan. Namun demikian, transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat dampaknya terhadap kepercayaan terhadap institusi Polri.
Kasus ini kembali menjadi ujian bagi komitmen internal Polri dalam menegakkan disiplin tanpa pandang bulu, terutama terhadap perwira menengah yang seharusnya menjadi teladan di lapangan.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap AKBP HS masih berlangsung, termasuk pendalaman terhadap keabsahan kegiatan yang diklaim sebagai operasi penyelidikan tersebut.***
