RADAR-BLAMBANGAN.COM, | LUMAJANG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lumajang Wilayah Utara yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar lokasi proyek.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Kartika Ekayasa tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp49.652.678.000,00, dengan masa pelaksanaan selama 180 hari dan masa pemeliharaan selama 365 hari.
Berdasarkan data proyek, pekerjaan tersebut tercantum dalam Nomor Kontrak 1212/SPK/Bpbpk12.6.1/2026. Sementara untuk konsultan supervisi dilaksanakan oleh PT ARRS Baru, CV Prasasti Engineering Consultant, dan CV Karya Luhur Mekar Konsultan (KSO).
Keberadaan proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur penyediaan air minum, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.
Kehadiran proyek ini menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Banyak penduduk lokal yang kini dilibatkan langsung dalam proses konstruksi di lapangan.
Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek SPAM Lumajang Wilayah Utara ini mendapat pujian dari warga karena mutu pekerjaan yang terjaga serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Setiap pekerja dibekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap demi menjamin K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di area proyek.
“Dengan adanya proyek ini, warga sekitar banyak yang terbantu. Awalnya banyak warga yang menganggur, sekarang bisa mendapatkan pekerjaan, kualitas pekerjaannya pun sangat bagus, “ujar beberapa warga.
Sementara itu, Daud Hutagalung selaku pelaksana proyek mengatakan pihaknya berupaya menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Daud Hutagalung, juga menyampaikan bahwa pelibatan warga lokal merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial yang nyata di sekitar wilayah pembangunan.
”Kami merangkul warga sekitar untuk terlibat langsung dalam pembangunan ini. Selain mempercepat proses pengerjaan, kami ingin keberadaan proyek ini memberi manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat setempat. Kami juga memastikan seluruh pekerja menerapkan standar K3 dan memakai APD demi keselamatan bersama,” ujar Daud Hutagalung.
Menurutnya, pekerjaan pembangunan juga terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja.
Daud menambahkan, kualitas pekerjaan menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung. Pihaknya juga berupaya menjaga kelancaran pekerjaan hingga proyek dapat diselesaikan sesuai masa pelaksanaan yang telah ditentukan.
Daud berharap pembangunan SPAM Lumajang Wilayah Utara dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sehingga manfaat pembangunan nantinya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan dan pelayanan air minum di wilayah Lumajang bagian utara.
Dengan nilai kontrak mencapai puluhan miliar rupiah, proyek yang menggunakan sumber dana APBN 2026 tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
( uzi )
