RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali meluncurkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian. Kali ini, sebuah destinasi kuliner baru bernama Sawah Gunung Cafe resmi beroperasi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Kelurahan Pakis, Banyuwangi.
Peresmian pusat kuliner tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, Senin (16/3). Kehadiran Sawah Gunung Cafe ini diproyeksikan menjadi terobosan baru dalam memperluas jangkauan pembinaan narapidana di lingkungan SAE Paswangi.
Dalam sambutannya, Kadiyono menjelaskan bahwa cafe ini dibuka untuk masyarakat umum. Uniknya, seluruh pelayanan mulai dari barista hingga penyajian akan dilakukan langsung oleh warga binaan yang telah menjalani proses asimilasi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi Lapas Banyuwangi. Lahan SAE ini terbukti tidak hanya menjadi lahan produktif untuk pertanian, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kegiatan pembinaan yang variatif dan bermanfaat bagi warga binaan,” ujar Kadiyono.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, memaparkan bahwa Sawah Gunung Cafe akan menjadi hilir dari berbagai program pembinaan yang ada di dalam Lapas. Produk-produk yang dipasarkan merupakan hasil karya nyata warga binaan, mulai dari kopi pilihan hingga aneka panganan.
“Pembinaan di Lapas Banyuwangi sangat beragam. Kami memiliki unit produksi donat, tempe, hingga berbagai jenis gorengan. Produk-produk berkualitas inilah yang nantinya akan menyuplai kebutuhan di Sawah Gunung Cafe,” terang Wayan.
Wayan menambahkan, peresmian ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Banyuwangi untuk menjadikan SAE Paswangi sebagai area yang lebih terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, stigma negatif terhadap pemasyarakatan dapat terkikis melalui interaksi positif di ruang publik.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian acara peresmian ini juga diisi dengan kegiatan bakti sosial. Puluhan paket sembako dibagikan kepada masyarakat sekitar serta keluarga warga binaan yang membutuhkan.
“Kegiatan bakti sosial ini adalah penegas bahwa pemasyarakatan mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di luar tembok jeruji,” pungkas Wayan.***
