RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, – Ada cara berbeda yang dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Bukan dengan pendekatan kaku dan penuh aturan, melainkan lewat obrolan santai yang dikemas dalam program “SEBATAS NGOPI” (Seru-Seruan Bersama Satlantas Ngobrol Pagi).
Program tersebut menyasar langsung para pelajar SMA Negeri 2 Mendoyo, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam itu menjadi momentum bagi polisi dan pelajar untuk duduk bersama, berdialog, sekaligus membahas persoalan keselamatan di jalan raya.
Menariknya, kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan HUT ke-15 SMA Negeri 2 Mendoyo, sehingga suasana edukasi lalu lintas berlangsung lebih cair dan komunikatif.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta, S.H., bersama Kanit Kamsel dan personel Unit Kamsel hadir membawa pesan yang tegas: pelajar bukan hanya pengguna jalan masa depan, tetapi juga calon pelopor keselamatan berlalu lintas.
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar dibahas. Mulai dari risiko mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan, pentingnya menggunakan kendaraan secara bertanggung jawab, menjaga konsentrasi saat berkendara, hingga bahaya pelanggaran lalu lintas yang dapat berujung pada kecelakaan.
Polisi mengingatkan, jalan raya bukan tempat untuk menguji keberanian. Kesalahan kecil ketika berkendara dapat membawa konsekuensi besar, bukan hanya bagi pengendara tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.
Karena itu, Satlantas Polres Jembrana mendorong para siswa untuk tidak sekadar menjadi orang yang taat aturan, tetapi berani menjadi pengingat bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari program SEBATAS NGOPI. Edukasi keselamatan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi ikut terbawa ke lingkungan sekolah, keluarga, hingga pergaulan sehari-hari.
“Edukasi lalu lintas tidak harus selalu dilakukan secara formal. Melalui SEBATAS NGOPI, kami mengajak para siswa berdiskusi dan ngobrol bersama agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Jembrana.
Ia menegaskan, usia sekolah merupakan fase penting dalam membangun karakter disiplin. Kebiasaan tertib yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi budaya ketika para pelajar tumbuh dewasa.
Para siswa juga diingatkan agar tidak memaksakan diri mengendarai sepeda motor apabila belum memenuhi ketentuan usia maupun persyaratan yang berlaku.
“Jangan hanya berpikir bisa mengendarai kendaraan. Yang paling utama adalah keselamatan. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan berani mengingatkan teman apabila melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Tak berhenti pada persoalan berkendara, jajaran Satlantas Polres Jembrana turut memperkenalkan Call Center Polri 110 kepada para pelajar. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran petugas.
Bagi Satlantas Polres Jembrana, pendekatan kepada pelajar menjadi investasi penting dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas.
Sebab, membangun ketertiban di jalan bukan hanya persoalan penindakan setelah terjadi pelanggaran. Lebih jauh, diperlukan proses edukasi, komunikasi dan pembentukan kesadaran agar masyarakat memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui SEBATAS NGOPI, Satlantas Polres Jembrana menunjukkan bahwa pesan keselamatan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia anak muda: ngobrol, berdiskusi, mendengar, kemudian mengajak mereka bergerak menjadi bagian dari solusi.
Dari ruang sekolah, pesan keselamatan itu diharapkan menyebar ke jalan raya.
Targetnya jelas: pelajar Jembrana tidak hanya menjadi generasi yang cerdas di ruang kelas, tetapi juga menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
(Echa)
