RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SURABAYA – Bursa calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2029 mulai menunjukkan geliat. Di tengah menghangatnya dinamika politik, muncul duet Emil Elestianto Dardak dan Lia Istifhama yang belakangan dikenal dengan akronim EMILIA. Kombinasi keduanya dinilai berpotensi menjadi kekuatan politik baru yang mampu mengubah peta persaingan menuju Pilgub Jatim.
Pengamat politik sekaligus Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Ikhsan Rosidi, menilai duet tersebut memiliki modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, Emil dan Lia sama-sama memiliki rekam jejak, popularitas, serta jaringan politik yang dapat menjadi fondasi kuat untuk bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan itu.
Emil Dardak dinilai membawa pengalaman panjang di pemerintahan setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur selama dua periode. Selain memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil juga dikenal sebagai figur muda dengan citra bersih dan memiliki kemampuan birokrasi yang mumpuni.
Sementara itu, Lia Istifhama dinilai menjadi representasi kuat kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Senator asal Jawa Timur tersebut berhasil mencatatkan perolehan suara yang impresif pada Pemilu 2024 dan terus memperluas jejaring politiknya, khususnya di kalangan perempuan dan warga nahdliyin.
Menurut Ikhsan, kekuatan utama duet EMILIA terletak pada kemampuannya menjangkau dua kantong pemilih terbesar di Jawa Timur, yakni pemilih perempuan dan generasi muda. Lia dipandang memiliki kedekatan emosional dengan basis pemilih perempuan dan NU, sedangkan Emil dinilai mampu menarik simpati generasi milenial dan Gen Z melalui gaya kepemimpinan yang modern, teknokratis, dan minim kontroversi.
Perpaduan pengalaman birokrasi Emil dengan kekuatan jaringan kultural yang dimiliki Lia disebut berpotensi melahirkan pasangan yang kompetitif dalam perebutan kursi Jatim 1.
Meski demikian, Ikhsan mengingatkan bahwa modal elektoral saja belum cukup. Tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah membangun koalisi politik dan memperoleh dukungan resmi dari partai-partai politik sebagai syarat utama untuk maju dalam Pilgub 2029.
Karena itu, komunikasi politik dengan berbagai kekuatan partai dinilai perlu segera dibangun sejak dini apabila duet EMILIA ingin benar-benar menjadi penantang serius dalam kontestasi politik Jawa Timur mendatang. Dengan dinamika yang terus berkembang, nama Emil Dardak dan Lia Istifhama diperkirakan akan semakin sering menghiasi perbincangan politik menjelang Pilgub Jatim 2029.*
