RADAR BLAMBANGAN.COM, | DEPOK – Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya soliditas, profesionalisme, dan kesiapsiagaan Korps Brimob Polri dalam menghadapi tantangan global maupun menjaga stabilitas keamanan dalam negeri. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri Tahun 2026 di Mako Korbrimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026), yang dihadiri sekitar 7.000 personel.
Dalam arahannya, Kapolri menekankan bahwa jati diri Polri, khususnya Brimob, tidak boleh lepas dari rakyat. “Kita hadir dari rakyat dan mengabdi kepada rakyat. Ketahanan negara sangat bergantung pada bagaimana kita mampu mengayomi, merangkul, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap personel Brimob menjaga sikap dalam bertugas, tidak mencederai psikologis masyarakat, serta menghindari tindakan yang dapat menodai kedaulatan rakyat. Pendekatan humanis dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam setiap penyelesaian persoalan di lapangan.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Brimob harus siap menghadapi dinamika global, termasuk potensi konflik geopolitik dan berbagai ancaman keamanan nasional. Untuk itu, diperlukan peningkatan kemampuan teknis, penguatan soliditas internal, serta kekompakan antarpersonel dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain aspek keamanan, Brimob juga didorong untuk terus aktif dalam operasi kemanusiaan, terutama dalam penanganan bencana. Dalam situasi tersebut, personel diminta mengedepankan pendekatan yang menenangkan, tidak memicu ketegangan, dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Rangkul mereka sebagai sahabat dan saudara. Selesaikan setiap persoalan dengan hati dingin,” pesan Kapolri.
Sejalan dengan itu, Brimob juga diharapkan mampu mendukung penuh program kerja pemerintah tahun 2026, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat ketahanan negara.
Sementara itu, dalam kajian ilmiahnya, Agus Rugiarto Astrodiarjo menilai arahan Kapolri tersebut mencerminkan transformasi Polri yang semakin humanis dan adaptif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan berbasis kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Penekanan pada nilai humanisme, komunikasi, dan pengabdian kepada rakyat merupakan langkah strategis dalam memperkuat legitimasi Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat “Polri untuk Masyarakat”, Rakernis Brimob 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan peran Korps Brimob sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus pelindung dan pengayom masyarakat Indonesia.***
