RADAR BLAMBANGAN.COM, | Kediri — Aroma masakan bercampur gelak tawa memenuhi kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (17/5/2026), saat puluhan anggota Bhayangkari Polres Kediri ikut ambil bagian dalam lomba adu kreasi mie pada rangkaian Festival Kuno Kini 2026.
Sebanyak 75 anggota Bhayangkari yang berasal dari satuan fungsi Polres Kediri dan 19 Polsek jajaran tampil dalam 25 tim dengan konsep berbeda-beda. Tidak hanya menyajikan menu andalan, masing-masing tim juga tampil kompak dengan kostum unik dan dekorasi kreatif yang menarik perhatian pengunjung.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi antusiasme anggota Bhayangkari yang ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Menurut Beliau, lomba semacam ini menjadi ruang positif untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.
“Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Persiapannya juga serius, mulai dari konsep kostum, penyajian makanan, sampai kreasi menu yang ditampilkan. Kegiatan seperti ini membuat kebersamaan dan kekompakan antaranggota semakin terasa,” ujar AKBP Bramastyo.
Beragam konsep menarik ditampilkan peserta selama perlombaan berlangsung. Salah satunya datang dari tim Bhayangkari Satintelkam Polres Kediri yang tampil dengan kostum bernuansa koboi dan berhasil meraih juara tiga kategori kostum terbaik.
Sementara itu, Bhayangkari Satreskrim berhasil meraih juara pertama, disusul Bhayangkari Satlantas sebagai juara kedua, dan Bhayangkari Polsek Kandat di posisi juara ketiga dalam lomba adu kreasi mie tersebut.
AKBP Bramastyo menilai kegiatan kreatif seperti lomba memasak juga memberi dampak positif dalam kehidupan keluarga karena mendorong kebersamaan dan saling mendukung antaranggota keluarga.
“Hal sederhana seperti memasak ternyata bisa menjadi ruang untuk membangun keharmonisan keluarga. Ada semangat saling mendukung dan kebersamaan yang tumbuh selama persiapan sampai perlombaan berlangsung,” terang Beliau.
Lomba adu kreasi mie tersebut menjadi salah satu agenda dalam Festival Kuno Kini 2026 yang digelar hingga 24 Mei mendatang. Selain perlombaan memasak, festival juga menghadirkan hiburan musik, workshop budaya, permainan tradisional, hingga stan UMKM kuliner dan nonkuliner di kawasan SLG Kabupaten Kediri.
(Ela Susanti/Eko st)
